https://www.smknegeri1airgegas.sch.id Berita
NEWS UPDATE :  

Berita

Bersama Kita Belajar Untuk Generasi yang Lebih Hebat


Bersama Kita Belajar Untuk Generasi yang Lebih Hebat

 

Tahun 2020 menjadi tahun yang berat bagi seluruh umat manusia, hal ini karena merebaknya wabah Corona atau Covid-19 yang di sinyalir berasal dari Wuhan menyebar ke seluruh dunia, tak terkecuali Indonesia. Di Indonesia virus ini pertama kali terdeteksi pada akhir bulan Februari 2020. Dampak pandemi Covid-19ini sangat berpengaruh dan mulai merambah ke dunia pendidikan di Indonesia. Hal ini dapat dilihat, dari Pemerintah Pusat hingga Pemerintah Daerah mengeluarkan kebijakan untuk meliburkan seluruh lembaga pendidikan. Hal tersebut dilakukan sebagai upaya pencegahan meluasnya penularan Covid-19 dengan melakukan social distancing dan physical distancing oleh pemerintah. Apalagi di bulan Maret bertepatan dengan bulan Ujian Nasional untuk jenjang SMA/SMK/MA.

Sehingga pemerintah membuat kebijakan meniadakan UN untuk para pelajar di Indonesia. Tetapi berbeda dengan UN tingkat SMK yang sudah di lakukan sebelum kebijakan ini terbit. Dampak kebijakan tersebut sangat mempengaruhi pada peniadaan Ujian Kompetensi Keahlian bagi siswa SMK, sejatinya Ujian ini sangat penting bagi para siswa SMK, untuk mengukur tingkat kompetensi siswa pada keahlian masing-masing, dan juga sebagai instrumen tingkat keberhasilan siswa pada saat melakukan proses pembelajaran praktik maupun teori.

Dan untuk siswa kelas X dan XI pembelajaran tatap muka ditiadakan, sesuai data yang diperoleh dari UNESCO, hingga saat ini banyak negara yang menerapkan penutupan sekolah dengan total jumlah pelajar yang terpengaruh mencapai 300 juta pelajar di seluruh dunia. Diganti dengan belajar melalui media Daring atau online di rumah masing-masing, mengenai hal ini banyak pro kontra terhadap kebijakan ini, terlebih untuk orang tua dan guru. Ada orang tua yang bersyukur karena selalu dekat dengan anaknya tapi ada juga yang mengeluh karena mereka terbebeni oleh peran guru yang harus dilakukan orang tua sekaligus. Karena peran guru yang biasanya mengajar siswa secara langsung sekarang digantikan oleh orangtua yang mengawasi dan mengajarkan anak-anak mereka. Dampak pandemi ini sangat terasa sekali karena sudah 1 bulan lamanya siswa belajar dari rumah.

Dengan adanya kelas daring ini guru dituntut untuk dapat mengembangkan kemampuan teknologi yang sudah semakin berkembang di era globalisasi ini. Guru harus mampu menjalankan berbagai aplikasi yang tersedia dan menerapkannya. Guru yang sebagai pendidik harus membuat para siswa mampu memahami pembelajaan apa yang harus di pelajari di setiap kelas daring ini hingga para siswa mampu memecahkan setiap soal yang diberikan walaupun dengan cara daring. Walaupun banyak kelebihan dari kelas daring ini pastilah ada kekurangan.

Mengingat banyaknya kendala yang terjadi dengan adanya kelas daring ini, seperti kuota, penerapan aplikasi, dan juga sinyal yang harus selalu lancar menjadi kendala besar pembelajaran daring atau kelas online ini. Terlebih untuk daerah-daerah yang sulit terjangkau oleh internet ataupun tidak meliliki media HP atau leptop yang mampu menunjang pembelajaran ini. Ternyata peran guru sangat penting dalam pembelajaran, ada beberapa hal yang sulit tergantikan, materi pelajaran yang tidak semuanya bisa melalui belajar mandiri.

Guru berperan sebagai fasilitator bagi peserta didik untuk menawarkan arah dalam menemukan solusinya. Harapannya, solusi yang dimunculkan bukanlah solusi usang dan ketinggalan zaman atau bahkan sekadar copy paste. Tapi solusi yang memiliki nilai kebaruan sesuai konteks situasi yang baru pula. Itulah kreativitas dan inovasi. Seperti semboyan dari Ki Hajar Dewantara, Ing Ngarso Sung Tulodo: ketika menjadi pemimpin atau seorang guru harus dapat memberikan suri tauladan untuk semua orang yang ada disekitarnya. Ing Madyo Mbangun Karso seorang guru di tengah-tengah kesibukannya diharapkan dapat membangkitkan semangat terhadap peserta didiknya. Tut Wuri Handayani memberikan motivasi atau dorongan semangat.

Bertepatan pada hari ini tanggal 2 Mei 2020 sebagai Hari Pendidikan Nasional. Dengan adanya pandemi ini semoga kita mampu menghargai peran guru dalam memajukan Generasi Z penerus bangsa yang mampu bersaing. Pandemi corona ini memang sebuah ujian yang berat bagi seluruh bangsa di dunia, menguji kemampuan semua bangsa untuk dapat mengambil hikmah dengan terus berupaya dan berikhtiar mencari solusi dari setiap masalah yang ada.

Sebagai bangsa yang besar, kita harus mempu melalui segala masalah yang ada. Hal ini dibuktikan dengan Indonesia siap dengan segala kemungkinan, dengan lahirnya teknologi karya anak bangsa untuk memberikan layanan pendidikan secara daring atau online. Dengan harapan bangsa ini menjadi bangsa yang teruji dan layak untuk menjadi bangsa yang hebat suatu saat.

(Ratna Iindyrawati-Guru Bahasa Indonesia)